Sabtu, 26 Juli 2008

Menkominfo: Buku Elekronik Hemat Ongkos


Menkominfo: Buku Elekronik Hemat Ongkos
Surya Online, Monday, 21 July 2008
LAMONGAN- Menteri Komunikasi dan Informasi M Nuh mengatakan buku elektronik yang bisa diunduh dari internet bisa
menghemat biaya dan waktu.
Menurut dia buku tersebut bisa diakses dari seluruh wilayah Indonesia oleh seluruh kalangan.

"Misal dari yang dari Papua bisa mengakses tanpa menunggu kiriman bukunya. Mereka bisa mengunduh gratis tanpa
harus menunggu kiriman bukunya. Ini memangkas jaringan distribusi dan menghemat biaya produksi," kata Nuh usai
mejadi pembicara Rakor dan Seminar Nasional Pimpinan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama se-Jatim di Universitas
Islam Darul Ulum Lamongan Minggu (20/7).

Nuh memaparkan strategi peningkatan perguruan tingggi NU. Buku elektronik bertujuan meringankan beban
masyarakat. Tetapi daerah tertentu aksesibilitas kurang sehingga perlu peran dari kabupaten kota turut
menyebarluaskan ke wilayah kecamatan. "Ini berlaku pararel jadi masyarakat punya pilihan. Setelah terhubung dengan
server depdiknas masyarakat bisa akses buku via internet," tegasnya.

Namun program tersebut dinilai masih menyulitkan sekolah. Kepala SMA Negeri 1 Padangan Bojonegoro Surojo
menyatakan mengunduh bukunya memang digratiskan, tetapi kenyataannya belum semua wilayah terjangkau internet.

Bila harus mengunduh internet, belum semua masyarakat melek internet. "Rental internetnya saja per jam Rp 3.000
belum termasuk mencetaknya. Kalau dihitung jatuhnya harga juga tetap mahal juga dan repot. Itu belum termasuk jarak
tempuh rumah dengan warung internet jauh, sementara belum semua sekolah dilengkapi fasilitas internet atau kalaupun
ada unitnya terbatas," katanya.

M Nuh usai membuka rakor dan seminar di Unisda Lamongan juga memberikan pernyataan terkait krisis listrik. Menurut
dia istilah itu kurang pas Indonesia belum krisis listrik tetapi terjadi defisit 600 megawatt (MW) setiap Senin hingga
Jumat. Sementara pada Sabtu surplus 1.000 MW dan Minggu surplus 1.500 MW.

"Pilihannya hanya dua yakni pemadaman bergilir karena terjadi defisit atau kegiatan produksi dialihkan Sabtu dan
Minggu. Jadi pekerja yang biasanya Sabtu Minggu libur bisa bekerja dan liburnya dialihkan saat terjadi defisit," kata Nuh.

Adi Sucipto/kcm

Tidak ada komentar: